Lucu ga lucu yang penting bisa tertawa, hahahaha...

Balada mr.bean

Mr. Bean menghadiri rapat
Rekan: Maaf saya terlambat. Saya terjebak di dalam lift selama 4 jam karena listrik padam.
Mr. Bean: Tidak apa, saya juga ? saya terjebak di eskalator selama 3 jam.
____________ _________ ____

Pelajaran Mengeja
Anak Mr. Bean: Pa, bagaimana ejaan kata "successful" ? dengan satu c atau dua c?
Mr. Bean: Beri saja tiga agar yakin.
____________ _________ ________

Mr. Bean ke bioskop
Teman: Mengapa kamu mengajak 18 teman menonton bioskop.
Mr. Bean: Karena di bawah 18 tidak boleh.
____________ _________ _______

Mr. Bean membeli TV
Mr. Bean: Apakah ada TV warna?
Penjual: Ya!
Mr. Bean: Beri saya yang hijau.
____________ _________ _________ _

Mr. Bean membeli termos
Mr. Bean: Barang apakah ini?
Penjual: Ini adalah termos.
Mr. Bean: Untuk apa itu?
Penjual: Membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Mr. Bean: Ha, ha. Saya akan beli.

Besoknya Mr. Bean ke kantor dengan membawa termos.
Bos: Mengapa Anda membawa termos?
Mr. Bean: Karena membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Bos: Anda isi apa?
Mr. Bean: Dua gelas kopi dan secangkir es krim.
____________ _________ _________ _______

Mr. Bean di kantor
Mr. Bean sangat teliti, setelah membuat fotocopy ia selalu mengecek apakah
hasil kopiannya cocok dengan aslinya.
____________ _________

Mr. Bean di tengah badai petir
Mr. Bean selalu tersenyum ketika ada badai petir karena ia mengira sedang dipotret.
____________ _________ __

Mr. Bean menelpon
Mr. Bean bingung tidak bisa menelpon 911.
Karena di situ tidak ada angka 11.
____________ _________ ________

Mr. Bean bekerja dengan komputer
Mr. Bean membeli komputer baru dan menggunakannya. Ketika ia menemui kesulitan, ia memutuskan untuk menekan tombol "Help".
Tak lama kemudian ia menjadi bingung dan menelpon toko komputer.
Mr. Bean: Saya menekan tombol F1 untuk meminta bantuan, tetapi sudah setengah jam tidak ada orang datang membantu saya.
____________ _________ ______

Mr. Bean ke dokter
Mr. Bean datang ke dokter dengan kedua telinganya luka bakar.
Dokter: Apa yang terjadi?
Mr. Bean: Saya sedang menyeterika dan telepon berdering, saya salah mengambil gagang telepon, tidak sengaja saya mengangkat seterika dan menempelkannya di telinga saya.
Dokter: Wow..! Tetapi apa yang terjadi dengan telinga Anda yang satu lagi?
Mr. Bean: Teman saya yang goblok itu menelepon lagi.
____________ _________ _________ __

Mr. Bean bermain jissaw puzzle
Setelah berhasil menyusun suatu jigsaw puzzle dengan bangga ia memperlihatkan pada temannya.
Mr. Bean: Saya hanya memerlukan 5 bulan untuk menyusunnya.
Teman: Mengapa begitu lama?
Mr. Bean: Lama? Lihat ini dikotaknya tertulis "Untuk 4-7 tahun".

Tumor otak
____________ _____

Dokter: Dengan menyesal harus saya katakan pada Anda bahwa Anda terkena tumor di otak.
Mr. Bean: Horee!!! (melompat kegirangan)
Dokter: Anda mengerti maksud saya bukan?
Mr. Bean: Tentu saja, apakah Anda kira saya bodoh?
Dokter:Mengapa Anda begitu gembira?
Mr. Bean: Karena itu membuktikan bahwa saya mempunyai otak.
____________ _________ _________ _________ _____

Mr. Bean di sekolah
Guru: Berapakah 5 plus 4?
Mr. Bean: 9
Guru: Berapakah 4 plus 5?
Mr. Bean: He, he, Anda mau menjebak saya, Anda hanya membalik hitungannya, jawabnya 6!!
____________ _________ _________ _________ __

Mr. Bean di apotik
Mr. Bean: Saya ingin membeli vitamin untuk cucu saya.
Karyawan: Vitamin apa, A, B atau C?
Mr. Bean : Apa saja, cucu saya belum bisa membaca!!
____________ _________ _______

Mr. Bean sedang di belakang orang yang mengantri di ATM
Orang: Apa yang kamu lihat?
Mr. Bean:Saya tahu nomor PIN Anda, hee, hee...
Orang:OK, berapakah nomor PIN saya?
Mr. Bean: Empat buah asterisk (*).
____________ _________ _________ _______

Mr. Bean sedang mengobrol dengan teman
Teman: Bagaimana dengan kaset video yang Anda pinjam dari saya kemarin? Bagus?
Mr. Bean: Apanya yang bagus, tadinya saya kira itu sebuah film horor. Ternyata tidak ada gambarnya.
Teman:Apa judul film itu?
Mr. Bean: Head Cleaner.
____________ _________ _________ __

Ibu Mr. Bean meninggal
Mr. Bean: (menangis) Dokter bilang, ibu saya meninggal.
Teman: Saya ikut berduka cita, sahabatku.
Dua menit kemudian Mr. Bean menangis lagi bahkan lebih keras.
Teman: Ada apa lagi?
Mr. Bean: Kakak saya baru menelepon, ibunya juga meninggal

KEINGINAN YANG BATAL MENDADAK

Seorang anak muda bernama Djaliteng karena keadaan keluarganya berantakan akhirnya kehidupan pribadinya ikut berantakan . Putus sekolah ,tidak betah dirumah , cekcok terus dengan ayah - ibunya . Begitu pula dengan saudara saudara yang lain tidak pernah cocok , sehingga hidupnya banyak dihabiskan di jalan jalan bersama teman teman senasib .

Kebutuhan hidup terus menuntut , akhirnya sampai juga pada tindakan kriminilitas ,mula mula dilakukan hanya karena kebutuhan perut , tetapi lama - kelamaan menjadi mata pencaharian tetap , tanpa harus kerja susah payah , dengan modal gertak dan kekuatan dia sudah bisa mendapatkan hasil yang lumayan . Akhirnya dia ditangkap oleh aparat keamanan dan dijebloskan ke dalam penjara .

Didalam penjara dia mulai merenungi nasib dan flash back mencari sebab mengapa sampai jadi begini . Di penjara dia mendapat bimbingan rohani yang cukup , dilatih ketrampilan dasar bagi mereka yang memang putus sekolah , sehingga nantinya diharapkan setelah selesai menjalani hukuman mereka akan bisa hidup mandiri dengan bekal ketrampilan yang ada untuk hidup ditengah masyarakat .

Djaliteng mulai menelusuri kebelakang , apa saja yang sudah dilakukannya dalam hidup ini . Ternyata banyak hal yang memang tidak diketahuinya dan belum pernah terpikirkan untuk melakukannya yaitu menolong sesama orang lain tanpa pamrih . Setelah menjalani bulan demi bulan , tahun demi tahun dia memutuskan setelah keluar dari penjara nanti akan menjadi seorang Pandeta saja .

Alkisah keluar dari penjara , mendapat surat rekomendasi dari Pandeta yang membimbing dia langsung menuju pusat Seminari yang disarankan oleh Pak Pandeta , sudah dibulatkan tekadnya akan menjadi Pandeta yang baik dan akan hidup untuk menolong orang lain , mengkesampingkan kepentingan pribadi .
Anggap saja sebagai penebus dosa lah

Dipusat Seminari Djaliteng bertemu dengan Pak Kepala yang bertanggung jawab , dan mengutarakan maksudnya , sambil menunjukan surat rekomendasi dari Pak Pandeta . Pak Kepala menyambut baik maksud Djaliteng , apalagi setelah membaca surat rekomendasi dan riwayat hidupnya yang terpampang jelas didalam surat tsb . Setelah urusan administrasi selesai , Pak Kepala langsung mengadakan wawancara dengan Si Djaliteng.

Apakah tekadmu sudah bulat untuk memilih jalan ini sebagai pilihan yang terakhir , anakku.. ? , tanya Pak Kepala

Sudah saya pertimbangkan sejak ada dipenjara Bapa , jawab Djaliteng

Bersediakah kamu melakukan test awal yang menjadi titik tolak keberhasilanmu selanjutnya , Pak Kepala bertanya lagi sambil menatap kewajah Djaliteng . Yang ditatap menjawab dengan penuh kepastian

Apapun akan saya lakukan , Bapa , jawab Djaliteng

Baiklah kalau memang tekadmu sudah bulat , pertama kali kamu akan masuk kedalam ruangan tertutup dalam keadaan bugil , diatas burungmu akan dipasang suatu alat semacam detektor , jikalau burungmu bangun dan menyenggol alat itu , maka dia akan mengeluarkan bunyi , kata Pak Kepala lagi .

Baiklah Bapa .., jawab Djaliteng dalam hati berkata , gampang banget

Masuklah Djaliteng kedalam ruangan yang ditunjuk oleh Pak Kepala dalam keadaan bugil dan diatas burungnya dipasang detektor . Ternyata ruangan itu kosong , sangat bersih dan terang sekali . Yang ada hanyalah patung Bunda Maria dan Salib Yesus yang terpampang didinding . Lima menit berlalu dalam keadaan sunyi dan sepi . Tak lama kemudian pintu terbuka , masuklah seorang wanita cantik dan tersenyum pada Djaliteng . Si Cantik lansung mengunci pintu , tanpa berkata apa apa sambil terus tersenyum pada Djaliteng mulailah dia membuka pakaiannya satu persatu , sampai keadaannya sama seperti Djaliteng . Si Djaliteng yang sudah lama dipenjara dan jarang melihat wanita apalagi dalam keadaan bugil kontan saja si burung tidak bisa diajak kompromi langsung bangun dan menyenggol detektor , sehingga menimbulkan suara yang cukup keras . Dengan cepat Si Cantik segera mengenakan pakaiannya lagi dan segera berlalu dari ruangan sambil tetap meninggalkan senyum manisnya.

Pak Kepala masuk dan berkata , Ternyata alam pikiranmu masih terlalu dipengaruhi oleh hal yang berbau duniawi , anakku .

Berilah saya waktu sebulan lagi untuk mencobanya sekali lagi sambil latihan berkonsentrasi , Ya Bapa, Kata Djaliteng.

Sebulan kemudian dia datang lagi menemui Pak Kepala . Dia bertemu lagi dengan Si Cantik . Mula mula Djaliteng biasa saja dan alarmpun tidak berbunyi , tapi begitu Si Cantik mulai menggerakkan tubuhnya dengan gaya yang aduhai , mulailah Djaliteng blingsatan , akhirnya alarm berbunyi lagi

Dia menjadi putus asa , tapi karena tekadnya sudah bulat , dia minta waktu satu bulan lagi , dengan perjanjian untuk test yang akan datang dirubah caranya , dia juga minta ditemani oleh beberapa orang yang sudah lulus test tapi masih digembleng disana. Pak Kepala setuju , satu bulan kemudian Djaliteng datang lagi untuk menjalani test.

Pada waktunya Djaliteng meminta Pak Kepala untuk melihat dahulu teman teman yang sudah lulus test , apakah betul mereka bisa bertahan dengan keadaan seperti itu . Maka masuklah lima orang para calon pandeta yang sudah lebih dahulu ada disitu kedalam ruangan itu . Lima menit kemudian masuklah Si Cantik , Djaliteng menunggu diluar , sepuluh menit berlalu tanpa ada alarm yang berbunyi , dia penasaran dan mengintip lewat lubang kunci , Si Cantik sudah membuka bajunya , Djaliteng penasaran dia tunggu lagi , tiga puluh menit berlalu , tanpa ada suara alarm . Akhirnya Djaliteng nekad , wah mereka bisa masa saya nggak bisa . Masuklah Djaliteng kedalam ruangan , dilihatnya Si Cantik sedang menggoyang goyangkan tubuhnya dengan gerakan yang lebih aduhai dari
yang dia lihat sebelumnya , tetapi tak ada alarm berbunyi .

Djaliteng tidak tahan melihat Si Cantik maka dia mendekati patung Bunda Maria dan bersujud sambil berdoa untuk meminta ampun , mungkin dia memang belum bisa meninggalkan nafsu dari pikirannya . Pada saat dia berjongkok dan bersujud itulah tiba – tiba dia mendengar bunyi alarm yang bersahut sahutan dari detektor yang dipakai oleh para calon pandeta yang ada didalam , dia terkejut setengah mati dan diputuskannya untuk segera keluar dari ruangan itu dan membatalkan keinginannya menjadi Pandeta.