Lucu ga lucu yang penting bisa tertawa, hahahaha...

Kondektur koplak

Di stasiun Gambir, seorang kondektur tengah memeriksa tiket para penumpang disebuah gerbong kereta, Sehingga terjadi percakapan sebeagai berikut :

Kondektur : Bapak turun dimana ?
Penumpang : Surabaya
Kondektur : Maaf, Bapak salah jurusan..silahkan naik kereta yang lain..!
Penumpang : ???

Kemudian sang kondektur berjalan ke barisan tempat duduk yang di tengah

Kondektur : Ibu turun dimana ?
Penumpang : Surabaya pak…
KOndektur : Maaf, Ibu salah jurusan silahkan naek kereta yang lain..!

Sang kondektur melanjutkan pemeriksaan tiketnya di barisan tempat duduk yang paling belakang

Kondektur : Mas turun dimana ?
Penumpang : Surabaya pak, kenapa ??
Kondektur : Maaf mas, salah jurusan. Naik kereta yang lain….!

Seluruh penumpang pun kesal, karena merasa telah naik kereta yang benar. Akhirnya mereka melapor ke Kepala Stasiun. Setelah Ka Stasiun datang langsung menanyakan kepada sang Kondektur.

Ka Stasiun : Kenapa semua penumpang kamu suruh turun ?
Kondektur : Mereka salah jurusan pak…
Ka Stasiun : Coba saya liat tiketnya…
Kondektur : Ini pak..
Ka Stasiun : Dasar koplaakk… Ini kereta jurusan Surabaya, Elu Kondektur jurusan Semarang… Naek kereta yang laen .!!

Lumayan gan, bikin gigi kering

Bu Inem pergi periksa ke dokter.
“Kenapa Anda, Bu?” tanya Pak
dokter.
Bu Inem kemudian bercerita, “Ini
Dok, sudah sebulan ini saya kok
jadi sering kentut. Dalam 1 jam
saya bisa kentut sampai 10 kali,
tapi untungnya kentut saya ini
gak bau sama sekali dan tidak
bersuara, jadi tidak ada yang tau.
Lha ini aja pas saya duduk di
depan dokter udah 3 kali saya
kentut. Tapi dokter gak tau kan,
sebab itu tadi kentut saya tidak
bau dan tidak bersuara. Tapi saya
jadi gak enak sendiri, masak
perempuan kentutan.”
“Oh begitu ya, kalau begitu tebus
saja resep ini, seminggu lagi
kembali ke sini ya.” kata dokter.
Seminggu kemudian Bu Inem
kembali ke dokter.
“Sudah baikan?” tanya dokter.
“Saya gak tau obat apa yang
dokter berikan minggu lalu,
hanya saja kentut saya kok jadi
bau busuk gak karu-karuan ya,
sampai saya mau jatuh ngejeblak.
Tapi untungnya kentut saya tetap
tidak bunyi.” kata Bu Inem.
“Berarti hidung Anda sudah tidak
mampet lagi, sekarang tebus
resep ini ya.”
“Obat apalagi ini, Dok?” tanya Bu
Inem

“Obat budek…”